HIMPUNAN MAHASISWA KIMIA UNIVERSITAS ANDALAS

himka unand. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Chemistry Spirit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chemistry Spirit. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

Unsur-unsur Terberat Baru dalam Tabel Periodik ditemukan : Unsur 114 dan 116


Himkaunand/PCC -Selasa, 5 Juli 2011 - Tabel periodik sekali lagi harus direvisi. Anggota terbarunya, ununquadium dan ununhexium, adalah unsur terberat baru, dengan proton sebanyak 114 dan 116 buah per atom.
Walau mereka eksis hanya dalam kurang dari satu detik sebelum luruh, mereka menjadi sebuah langkah menuju “pulau impian” dalam tabel periodik – sekelompok unsur super berat yang justru tidak radioaktif.
Beberapa tim mengklaim telah menjadi yang pertama membuat unsur 114, yang pertama melaporkan tahun 1999. Walau begitu, komite IUPAC memutuskan kalau sederetan eksperimen di tahun 2004 dan 2006 memberikan bukti pertama pembuatan unsur ini. Penemuan tersebut, yang dipimpin oleh Yuri Oganessian dari Lembaga Penelitian Nuklir Bersama (JINR) di Dubna, Rusia, dan Ken Moody dari Laboratorium Nasional Livermore Lawrence di California, juga menemukan unsur 116.
Inti unsur 116 berusia beberapa milidetik sebelum memancarkan sebuah partikel alpha – terdiri dari dua proton dan dua neutron – dan luruh menjadi inti unsur 114. Tim ini juga membuat unsur 114 secara langsung dengan menembak inti kalsium pada target plutonium, yang intinya memiliki 94 proton.
Inti unsur 114 meluruh setelah sekitar setengah detik menjadi copernicium, yang mengandung 112 proton dan juga merupakan unsur baru dalam tabel periodik, yang ditambahkan tahun 2009. Pola selang waktu antara peluruhan ini, bersama dengan energi yang dihasilkan oleh partikel alpha, yang memberi petunjuk pembentukan unsur baru.
Sayangnya, kecepatan peluruhan tersebut bermakna kalau terdapat tantangan untuk menentukan sifat kimia unsur tersebut, seperti dengan unsur kimia apa ia akan bereaksi. “Usianya harus cukup panjang sehingga kita dapat mempelajari kimianya – paling tidak satu menit,” kata Paul Karol dari Universitas Carnegie Mellon di Pittsburg, Pennsylvania, yang mengetuai tim kerja bersama.
Teoritikus nuklir menduga kalau ada sebuah kelas atom super berat yang dapat hidup selama bertahun-tahun. Inti luar mereka akan mempercepat elektron yang mengorbit ke kecepatan relativistik, sehingga mereka dapat memunculkan sifat kimia baru. para peneliti semakin dekat dan dekat pada pulau impian dalam tabel periodik ini.
Secara resmi, sekarang jumlah unsur di tabel kimia adalah 114, yang mencakup unsur 1 (Hidrogen) hingga 112 (Copernicium), unsur 114 (Ununquadium), dan unsur 116 (Ununhexium). Unsur 113, 115, dan 118 ditolak karena bukti yang ada tidak cukup. Sementara unsur 117 belum berhasil dibuat sama sekali.
Sumber
New Scientist, 11 Juni 2011
Referensi lanjut
Robert C. Barber, Paul J. Karol, Hiromichi Nakahara, Emanuele Vardaci and Erich W. Vogt. Discovery of the elements with atomic numbers greater than or equal to 113 (IUPAC Technical Report). Pure and Applied Chemistry, 2011, Vol. 83, No. 7, pp. 1485-1498 doi: 10.1351/pac-rep-10-05-01
Uncu D Jack- http://www.faktailmiah.com/2011/07/05/unsur-unsur-terberat-baru-dalam-tabel-periodik-ditemukan-unsur-114-dan-116.html

Tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011


Ditulis oleh Soetrisno pada 19-03-2009

Himkaunand/PCC-International-.Kabar gembira buat semua pecinta kimia, karena dua tahun mendatang tepatnya tahun 2011 dinobatkan sebagai Tahun Internasional Kimia 2011 (International Year of Chemistry – IYC 2011 – Our Life , Our Future). Gagasan Tahun Internasional Kimia 2011 ini pertama kali dicanangkan pada bulan Agustus 2007 pada pertemuan umum The International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) di Turin Italia. Gagasan ini ternyata disambut baik oleh dewan PBB dan pada pertemuan PBB bulan Desember 2008, IUPAC dan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyetujui untuk merayakan tahun 2011 sebagai Tahun Internasional Kimia. Tahun 2011 juga bertepatan dengan peringatan 100 tahun penghargaan Nobel Prize Kimia untuk Mme Maria Sklodowska Curie, yang berarti juga peringatan akan kontribusi wanita ke ilmu sains.
Peranan kimia dalam kehidupan manusia begitu penting, seluruh materi baik padat, larutan dan gas tersusun dari berbagai unsur-unsur kimia dan bahkan seluruh proses kehidupan ditentukan oleh berbagai reaksi kimia.  IUPAC dan UNESCO menyadari sudah saatnya untuk memperingati keberhasilan kimia dan sumbangannya bagi kehidupan manusia.
“Tahun Internasional Kimia akan meningkatkan apresiasi global terhadap perkembangan ilmu kimia dalam kehidupan kita dan masa depan kita. Saya berharap peringatan ini dapat meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia dan meningkatkan ketertarikan kaum muda akan ilmu sains serta memberikan masa depan yang cerah bagi masa depan kimia”, sambutan dari Ketua the International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC), Professor Jung-Il Jin pada pertemuan PBB.
“Saya menyambut kesempatan untuk memperingati kimia sebagai salah satu dasar dari ilmu sains,” ujar Koichiro Matsuura, Direktur Umum UNESCO, “Meningkatkan kepedulian publik terhadap kimia adalah suatu hal yang sangat penting dalam rangka menjawab tantangan pembangunan yang berkesinambungan. Adalah hal yang mutlak bahwa kimia berperan penting dalam membangun sumber alternatif energi dan menghidupi populasi dunia yang terus berkembang” tambahnya.
Dalam memperingati Tahun Internasional Kimia 2011 akan direncanakan berbagai aktivitas dan event baik regional, nasional dan internasional yang didukung baik dari asosiasi kimia nasional, institusi edukasi, industri, pemerintahan dan organisasi non-pemerintahan. Aktivitas dan event ini berusaha memperkenalkan kepada publik luas tentang peranan kimia, memberikan solusi terhadap tantangan global, dan membangun generasi muda yang peduli terhadap sains.
Situs chem-is-try.org juga akan turut aktif menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011 dengan berusaha bekerjasama dengan beberapa instansi yang peduli dengan sains. Jika kamu punya ide atau masukan untuk menyukseskan Tahun Internasional Kimia 2011, silahkan tulis pada bagian komentar artikel ini. Kami tunggu ide dan masukannya.-Uncu D Jack- http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/berita/tahun-2011-dinobatkan-sebagai-tahun-internasional-kimia-2011/

Minggu, 03 Juli 2011

Merkurius menjadi planet terdekat matahari

Posted by himka.unand | Minggu, 03 Juli 2011 | Category: | 0 komentar

HimkaUnand/PCC, Washinton - Planet ini menjadi planet yang sulit dipelajari selama beradab-abad. Namun kini rahasia terbesarnya berhasil dikuak. Nyatanya, hanya dua pesawat luar angkasa yang pernah berhasil mengunjungi Merkurius. Yakni, Mariner 10 NASA pada pertengahan 1970an dan kini Messenger (MErcury Surface, Space ENvironment, GEochemistry dan Ranging) yang telah mencoba tiga kali terbang ke planet itu sejak 2008 yang akhirnya berhasil masuk orbit Merkurius pada Maret ini. Misi Messenger mampu menjawab banyak misteri yang menyelubungi Merkurius, termasuk teka-teka berikut.

Mengapa sangat padat?
Merkurius merupakan planet kedua terpadat di tata surya, hanya sedikit lebih kecil dibanding Bumi. Para ilmuwan menduga, Merkurius memiliki inti raksasa atau sekitar dua-pertiga massanya. Di Bumi, intinya hanya berporsi satu-pertiga.
“Tabrakan antara badan-badan berbatu di awal sejarah tata surya kemungkinan besar membuat lapisan luar Merkurius menjadi kurang padat, hanya menyisakan bagian-bagian berat,” jelas direktur departemen magnet terestrial Carnegie Institution of Washington Sean Solomon.
Menurut penyelidik misi Messenger ini, hasil analisa kimia dari Messenger pada permukaan Merkurius seharusnya bisa membawa teori impaktor ini dalam uji.
Perisai Magnetik
Selain Bumi, Merkurius merupakan satu-satunya planet berbatu dalam sistem surya yang memiliki medan magnet signifikan (meski hanya 1% kekuatan Bumi). Keberadaan medan magnet bukan sekadar pertanyaan sepele pada planet ini, tetapi juga melindungi organisme dari radiasi yang merusak dari matahari dan luar sistem tata surya.
Solomon menggambarkan medan magnet Bumi sebagai ‘payung menangkis radiasi yang masuk,’ dan tanpa medan semacam ini, akan sangat sulit bagi kehidupan untuk berkembang atau bertahan.
Para peneliti yakin, medan magnet Merkurius dihasilkan oleh proses ‘dinamo’ serupa Bumi yang didorong elektrik konduktif yang bergolak, cairan logam di inti terluar planet. “Messenger akan memetakan geometri medan itu secara rinci,” ujar Solomon pada Science yang bisa digunakan membantu para ilmuwan menjabarkan asal muasal Merkurius.

Merkurius ber-es?
Merkurius yang bermandi cahaya matahari menjadi tempat yang hampir tak mungkin untuk mencari es. Namun, beberapa kawah di kutub Merkurius nampaknya berada dalam bayangan permanen, dan merkuri di lantai kawah ini bisa mencapai minus 280 derajat Fahrenheit.
Solomon menyebutnya ‘perangkap dingin’. Tempat ini bisa menjadi ‘rumah’ lebih banyak deposito es dibanding bulan. Meski belum banyak air, es ini masih menunjukkan, “Air ada di mana-mana, setidaknya sebagai molekul,” kata Solomon.
Gumpalan persisten atmosfer
Meski Merkurius menjadi planet terkecil dan memiliki sedikit gravitasi, entah bagaimana Merkurius memiliki atmosfer, meski sangat lemah. “Entah bagaimana di Merkurius, atmosfer terus diregenerasi,” jelas Solomon.
Para ilmuwan menduga berhasil mengambil materi dari ‘angin matahari,’ aliran partikel yang memancar keluar dari matahari, yang mampu berkontribusi.
Pembawa hari kiamat?
Merkurius memiliki orbit paling eksentrik (dalam istilah astronomi berarti berbentuk oval) dibanding semua planet lain di tata surya. Simulasi komputer terbaru menunjukkan, selama beberapa miliar tahun, orbit ini bisa menjadi lebih eksentrik.
Merkurius memiliki 1% kesempatan bertabrakan dengan Venus atau matahari. Lebih menakutkan lagi, secara bersama-sama dengan gravitasi planet raksasa di luar, orbit Merkurius bisa mengacaukan orbit planet-planet dalam sehingga Merkurius, Venus atau Mars menabrak Bumi, sebuah bencana yang benar-benar berproporsi kiamat. [mdr]

Teknologi Tes DNA Ini Bisa Menentukan Umur Seseorang, Benarkah?

Posted by himka.unand | | Category: | 0 komentar

HimkaUnand/PCC, Madrid - Zaman semakin maju teknologi pun semakin berkembang dengan pesatnya, hampir semua bidang pekerjaan pasti menggunakan sebuah teknologi. Baru-baru ini ditemukan sebuah teknologi yang kontroversial, yaitu sebuah teknologi lewat uji genetic (DNA) yang dapat mengetahui sampai berapa lama seseorang dapat hidup.



http://ruanghati.com/wp-content/uploads/2011/05/tes-dna.jpg

Menurut para penelitinya, usia seseorang dapat ditentukan oleh panjang struktur kromosomnya. Ini disebut telomeres. Makin pendek telomeres seseorang, maka makin cepat ia meninggal. Walau tidak bisa memastikan secara tepat, tapi rentang waktu ajal datang itu bisa diperkirakan 5-10 tahun.

Teknologi ini bakal dijual di pasar akhir tahun ini di Inggris. Harga uji DNA semacam ini 435 poundsterling atau sekitar Rp 6 juta. Beberapa ilmuwan medis mulai mempertanyakan kode etis jika teknologi itu jadi diluncurkan ke pasaran.

Tentu saja yang bakal mendapat keuntungan adalah perusahaan asuransi. Sebab mereka bisa mengetahui kapan pemohon aplikasi itu meninggal dengan mewajibkan mereka mengambil tes itu.

Menurut sang penemu, Dr Maria Blasco dari Pusat Riset Kanker Nasional Spanyol yang berkantor di Madrid, tes ini sangat tepat dan cepat. "Paling penting adalah kita dapat menentukan adanya telomeres berbahaya, yakni yang sangat pendek," katanya.

Ia menyatakan orang dengan telomeres pendek berarti masa hidupnya juga sebentar. Namun ia mengaakui tidak dapat menjamin seseorang yang memiliki telomeres panjang bisa hidup lebih lama.

Sumber :
tempointeraktif.com